Skip to main content

Sebanyak 29 Siswa SMAN 1 Batanghari Lolos Seleksi SNMPTN

   
Gambar: Layar Monitor untuk Pengecekan Kelulusan

       (Muara Bulian) Sebanyak dua puluh sembilan (29) siswa/i SMAN 1 Batanghari dinyatakan lulus di berbagai Universitas di Indonesia. Dari data yang didapatkan pada group WA guru SMAN 1 Bantanghari, ada beberapa kampus di Jawa dan di Sumatera di antaranya: ITERA Lampung, UNY, UNAND, UNP, Univesitas Bengkulu, dan UNJA.
         Dewi Anggi kelas XII IPA 6, sangat bahagia ketika dikonfirmasi kelulusan. "Terimakasih sudah support, Mr." petikan ucapan terimakasih yang dikirimkan pada tanggal 8 April 2020.

Berikut adalah nama-nama siswa berikut Universitasnya:
1. Indah Pristy UNJA Pendidikan Matematika
2. Resi Anggi UNJA Pendidikan B. Indonesia
3. Indah UNJA Hukum
4. Dewi Anggi UNJA Ilmu Keperawatan
5.Arfa Bella UNY Pendidikan Luar Biasa
6. Ulum UNP Kependidikan Pelatihan Olahraga
7. Gessica UNIVERSITAS BENGKULU Sosiologi
8.Rara Ami yanti UNJA Peternakan
9.Vani Arianti UNJA Agribisnis
10.Viola Giary UNJA Kimia
11. Anastasia Veronika ITERA Teknik Sipil
12.Putri Wahyuni ITERA Teknik Geologi
13. Ranny Siska ITERA Teknik Atmosfer dan Planet
14.Ajeng Triana UNJA Kedokteran
15.Windi Permata Sari UNJA Kimia
16.Nanda Nuraini UNSRI Biologi
17.Bella Titania ITERA Sains Aktuaria
18.Nuraini UNAND Ilmu Komunikasi
19.Suci Fitrah UNJA Hukum
20.Diva Aura UNAND Peternakan
21.Sayid Rahmatullah UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG Hukum
22.Khildan UNJA Kedokteran
23.M.Ramdhani Putra UNJA Kehutanan
24.Natasha Diva Adelia ITERA Teknik Industri
25.Tri Wahyuni UNJA Teknik Sipil
26.Noviana Panca Murti UNJA Pendidikan B. Indonesia
27.Silfi Indrian UNAND Teknologi Industri Pertanian
28. Ismi Amelia UNSRI Fisika
29. Radhika ITERA Matematika

Sekali lagi selamat untuk yang sudah lolos, bagi yang belum lolos tetap semangat untuk mengikuti seleksi SBMPTN 2020.

Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

Percakapan Imajiner antara Ki Hajar Dewantara dan Prof. Abdul Mu’ti

Pada suatu pagi yang cerah, Prof. Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah-Mendikdasmen) yang tengah menyeruput kopi di pendopo imajinasi tiba-tiba didatangi sosok yang sudah tidak asing lagi. Ki Hajar Dewantara, benar, ia muncul dengan senyuman khas, berpeci hitam dengan jas putih tanpa dasi. Meskipun baru pertama kali berjumpa, mereka sungguh terlihat sangat akrab. Duduk bersila, di atas tikar sederhana, dengan sepiring ubi rebus dan segelas kopi hitam. Prof. Mu’ti menawarkan kopi pada Ki Hajar, dan langsung disetujui, kopi hitam tanda gula. Mereka lalu bercengkrama, bernostalgia tentang kejayaan pendidikan tanah air, termasuk berdiskusi tentang kebijakan pendidikan akhir-akhir ini. Ujian Nasional yang Kembali Hidup Ki Hajar:  Tuan, Menteri, kudengar engkau hendak menghidupkan kembali ujian nasional. Apakah benar anak-anak kita kembali diadili dengan tiga hari ujian? Prof. Mu’ti (berusaha tenang):  Betul Ki. Banyak pihak mendesak adanya tolak ukur nasional....