Skip to main content

Batanghari Kekurangan Ratusan Guru Berstatus ASN

BATANGHARI- Permasalahan kekurangan tenaga pendidik yang berstatus ASN masih sangat dirasakan hampir seluruh sekolah d Indonesia, tidak terkecuali di Batanghari.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Disdikbud Batanghari, Kabupaten tertua di Provinsi Jambi ini masih kekurangan 657 guru yang berstatus ASN.

Kekurangan ini terjadi hampir diseluruh sekolah, mulai tingkat SD hingga SMP. Tenaga pendidik yang masih minim diantaranya guru kelas, jasamani, kesehatan (PJOK) dan guru agama.

“Yang paling dominan terjadi pada jenjang pendidikan SMP dengan jumlah total kekurangan 335 guru. Sedangkan SD terjadi kekurangan 322 guru,” ungkap Kasi Dikdas Disdikbud Batanghari, Umi Kalsum.

Menurutnya, dengan jumlah sekolah-sekolah yang ada di Batanghari, semestinya Batanghari memerlukan 2.506 guru. Sementara jumlah yang ada hanya 1.849 guru.

“Jadi, jika dilihat dengan jumlah yang dibutuhkan dengan yang ada sekarang, Kita ada kekurangan 657 guru untuk di Batanghari. Dan mayoritas kekurangan ini terjadi di Bajubang. Seperti guru kelas,” ujarnya. (rza

Sumber: Jambi Ekspres
Sabtu, 14 Maret 2020 - 06:56:49 

Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

Antalogi Puisi: Siginjai Kata-Kata (43 Penyair Jambi)

 Cover Buku Antalogi Puisi Siginjai Kata-Kata Ini adalah kali pertama saya membukukan puisi-puisi saya. Selama ini syair-syair dan mantra-mantra itu hanya bertengger pada sosial media. Namun melalui Siginjai Kata-Kata, Puisi Saya menyelinap di antara penyair-penyair Jambi: "Jika Mereka Bertanya tentang Jambi" "Adolah" Ini adalah Saya Dua puisi di atas adalah yang tersaring di antara empat puisi yang saya kirimkan. Tentu merupakan kehormatan tersendiri bagi saya dapat disandingkan dengan maestro puisi Jambi seperti: Dimas Arika Miharja, Asro al Murthawy, Buana KS, Indarto Irwanto, Jen Kelana, Rini Febriani Hauri, Nawang Wulan, Yanto Bule, Yono DL, dan Yufnical Saketi . Di mata saya, mereka adalah Sastrawan-Sastrawan Kontemporer Melayu Jambi. Buku Antalogi puisi ini menjadi buku ke-tiga yang saya tulis. Insha Alloh dalam waktu dekat, akan terlahir buku-buku lainnya. Nantikan ya sahabat....