Skip to main content

Pusat Peradaban Melayu Gelar Diskusi Penyusunan Modul Aksara Melayu Jambi


Senin, 26 Agustus 2025
– Pusat Peradaban Melayu UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal dengan menggelar Diskusi Penyusunan Modul Penulisan Aksara Melayu Jambi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Senat Lama UIN STS Jambi dan diikuti oleh mahasiswa lintas fakultas yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan kebudayaan Melayu.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Ridwan dan Dr. Tabroni, yang secara mendalam membahas urgensi pelestarian aksara Melayu di tengah arus disrupsi digital dan globalisasi. Dalam pemaparannya, para pemateri menekankan bahwa aksara Melayu Jambi pernah menjadi sistem tulisan resmi di masa lampau dan kini perlu diperkenalkan kembali kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya.



Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius. Mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi, menyampaikan pertanyaan, dan berbagi pandangan terkait tantangan pelestarian aksara lokal di era modern. Diskusi ini juga menjadi langkah awal dalam penyusunan modul pembelajaran aksara Melayu yang nantinya akan digunakan sebagai bahan ajar di lingkungan kampus.

Dr. Tabroni menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada tataran wacana. “Saya berharap mahasiswa dapat melestarikan baca tulis aksara Melayu agar tidak hilang oleh kemajuan zaman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pusat Peradaban Melayu UIN STS Jambi menegaskan peran strategisnya dalam menjaga warisan budaya sekaligus menjawab tantangan pendidikan berbasis kearifan lokal.



Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

Antalogi Puisi: Siginjai Kata-Kata (43 Penyair Jambi)

 Cover Buku Antalogi Puisi Siginjai Kata-Kata Ini adalah kali pertama saya membukukan puisi-puisi saya. Selama ini syair-syair dan mantra-mantra itu hanya bertengger pada sosial media. Namun melalui Siginjai Kata-Kata, Puisi Saya menyelinap di antara penyair-penyair Jambi: "Jika Mereka Bertanya tentang Jambi" "Adolah" Ini adalah Saya Dua puisi di atas adalah yang tersaring di antara empat puisi yang saya kirimkan. Tentu merupakan kehormatan tersendiri bagi saya dapat disandingkan dengan maestro puisi Jambi seperti: Dimas Arika Miharja, Asro al Murthawy, Buana KS, Indarto Irwanto, Jen Kelana, Rini Febriani Hauri, Nawang Wulan, Yanto Bule, Yono DL, dan Yufnical Saketi . Di mata saya, mereka adalah Sastrawan-Sastrawan Kontemporer Melayu Jambi. Buku Antalogi puisi ini menjadi buku ke-tiga yang saya tulis. Insha Alloh dalam waktu dekat, akan terlahir buku-buku lainnya. Nantikan ya sahabat....