Skip to main content

UIN STS Jambi Sukses Gelar Orientasi Mahasiswa Internasional Asal Malaysia dan Thailand

 

Jambi, 11 September 2025 , Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi sukses menyelenggarakan kegiatan pengenalan dan orientasi khusus bagi mahasiswa internasional yang berasal dari Malaysia dan Thailand. Kegiatan ini dilaksanakan di lantai 4 ruang Ampiteater kampus utama, sebagai bentuk penyambutan hangat bagi mahasiswa asing yang tidak dapat mengikuti PBAK reguler.

Sebanyak 29 mahasiswa internasional mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 27 mahasiswa asal Malaysia dan 2 mahasiswa asal Thailand. Mereka tersebar di tiga fakultas utama: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Syariah (FSY), dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA).

Dion Ginanto, selaku Korpus PLKI, melaporkan bahwa mahasiswa internasional tersebut berasal dari berbagai program studi, antara lain:

Program Studi

Jumlah Mahasiswa

Hukum Keluarga Islam (HKI)

11

Pendidikan Matematika (PM)

6

Hukum Ekonomi Syariah (HES)

3

Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT)

4

Aqidah dan Filsafat Islam (AFI)

3

Pendidikan Profesi Ilmu (PPI)

1

Pendidikan Agama Islam (PAI)

1

Dalam sambutannya yang diawali dengan tiga buah pantun cantik, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar, M.Pd, menyampaikan harapan agar mahasiswa internasional dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampus maupun masyarakat.

“Selamat datang mahasiswa baru, saya berharap untuk ikut aktif dalam kegiatan kampus dan kegiatan masyarakat. Kalau di tempat kos-kosan jangan lupa untuk lapor pak RT, ikut aktif kegiatan yasinan,” ujarnya.
“Saya berharap agar mahasiswa dapat membaur dengan mahasiswa lokal, dan berkomunikasi dengan baik dengan dosen dan staf UIN STS Jambi,” tambahnya.

Sementara itu, Amirul Hakim, dosen dari College Assofa Malaysia, turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa internasional dalam berbagai kegiatan kampus.

“Kami sangat berterima kasih karena mahasiswa internasional selalu dilibatkan pada even-even kampus baik secara lokal maupun nasional,” ungkapnya.
“Sementara ini, seluruh proses MOU dan transfer kredit sudah berjalan dengan baik, hanya mungkin karena ada prodi yang baru mendapat mahasiswa transfer dari Malaysia,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UIN STS Jambi dalam membangun atmosfer akademik yang inklusif dan mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan budaya lokal.

 


Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

Dari Quran hingga TOGA: Jejak Pengabdian Ridho di Ujung Desa

Foto Pribadi Kegiatan Mengajar Mengaji Langit Desa Tirta Kencana masih tampak biru bersih saat pertama kali aku menginjakkan kaki untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mandiri. Tak ada kawan seperjuangan, tak ada posko ramai seperti yang biasa kubaca dari kisah KKN mahasiswa lainnya. Kukerta kali ini adalah tentang aku, masyarakat, dan pengabdian dalam sunyi. Kukerta Mandiri memang tak seperti KKN regular. Segalanya terasa lebih berat. Tak ada teman yang bisa diajak bertukar lelah atau ide. Semua program harus kurancang, kulobi, dan kulaksanakan sendiri. Tapi mungkin inilah pembelajaran paling sejati: bahwa nanti, saat aku kembali ke masyarakat setelah lulus, aku pun akan berjuang sendiri. Tanpa posko. Tanpa tim. Selama hampir dua bulan, Juli hingga Agustus 2025, aku mencoba menyelami denyut kehidupan desa kelahiranku dengan sudut pandang baru: seorang mahasiswa yang ingin memberi makna. Program pertama yang kulaksanakan adalah membantu Kepala Desa dalam upaya pengentasan ...