Skip to main content

Delay Tiga Kali Mewarnai Kedatangan Mahasiswa Baru Asal Thailand di UIN Jambi


"Pak, pesawat kami delay lagi." Itu adalah pesan ketiga kalinya diterima Pak Ali Ubay, staf kerjasama UIN STS Jambi. Mobil penjemputan yang sudah meluncur ke-arah bandara terpaksa harus putar kembali. Pak Ubay, staf kerjasama akhirnya menunggu di kediaman koordinator Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) Dion Ginanto. 
 
Teh hijau dan cookies menemani waktu tunggu malam itu. Dua mahasiswa baru asal Thailand, Asmah Mading dan Kodir Chehae mengalami penundaan terbang dari bandara Jakarta ke Jambi. Jadwal sebenarnya mereka akan tiba pada sore hari, lalu kemudian mendapatkan delay yang kedua yang seharusnya tiba pukul tujuh malam, hingga akhirnya delay terakhir mendarat pukul 22.17 malam. 

Meski sudah malam, bandara terlihat ramai. Rombongan penjemput jamaah umrah memadati ruang tunggu kedatangan bandara. Pak Ubay sesekali melihat layar televisi melihat penumpang yang mulai menuruni tangga menuju pengambilan bagasi. Sesekali mengintip ke dalam, sesekali duduk di bangku tunggu. Setelah hampir tiga puluh lima menit menunggu, akhirnya yang ditunggu pun tiba. 

Ekspresi kebahagiaan tak dapat terbendung, dengan senyuman lebar pak Ubay dan pak Dion menyambut kedatangan Asmah dan Kodir. Mereka di dampingi mahasiswa Thailand senior yang tengah berkuliah di pasca sarjana Universitas Jambi, kak Firdaus. 

Mobil penjemputan mengarah ke mess pelajaran Thailand di Pattimura, Simpang Rimbo. Ternyata Mess Thailand sudah ramai dipadati mahasiswa Pattani, Thailand baik yang berkuliah di UIN Jambi dan UNJA. Penyambutan meriah dilengkapi dengan Tom Yum hangat, mengiringi obrolan malam itu. 

Koordinator PLKI, Dion Ginanto berharap agar mahasiswa baru dapat betah menimba Ilmu di UIN Jambi. Senada dengan Dion, Ali Ubay menitip pesan kepada mahasiswa lama agar selalu memberikan motivasi dan semangat agar penyesuaian diri mahasiswa baru berjalan dengan baik. 

Kuah Tom Yum yang bersisa sedikit mengakhiri rangkaian penyambutan mahasiswa asal Thailand pagi itu. Tepat pukul 1 dini hari, Dion Ginanto dan Ali Ubay kembali ke rumah masing-masing. 

Selamat datang mahasiswa Pattani, Semoga membawa Keberkahan di UIN Jambi.

Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

Antalogi Puisi: Siginjai Kata-Kata (43 Penyair Jambi)

 Cover Buku Antalogi Puisi Siginjai Kata-Kata Ini adalah kali pertama saya membukukan puisi-puisi saya. Selama ini syair-syair dan mantra-mantra itu hanya bertengger pada sosial media. Namun melalui Siginjai Kata-Kata, Puisi Saya menyelinap di antara penyair-penyair Jambi: "Jika Mereka Bertanya tentang Jambi" "Adolah" Ini adalah Saya Dua puisi di atas adalah yang tersaring di antara empat puisi yang saya kirimkan. Tentu merupakan kehormatan tersendiri bagi saya dapat disandingkan dengan maestro puisi Jambi seperti: Dimas Arika Miharja, Asro al Murthawy, Buana KS, Indarto Irwanto, Jen Kelana, Rini Febriani Hauri, Nawang Wulan, Yanto Bule, Yono DL, dan Yufnical Saketi . Di mata saya, mereka adalah Sastrawan-Sastrawan Kontemporer Melayu Jambi. Buku Antalogi puisi ini menjadi buku ke-tiga yang saya tulis. Insha Alloh dalam waktu dekat, akan terlahir buku-buku lainnya. Nantikan ya sahabat....