Skip to main content

PLKI UIN STS Jambi Gelar Pembekalan Magang untuk Mahasiswa Internasional Asal Thailand

Dr. Dion Ginanto memberikan pembekalan pada mahasiswa asal Thailand

Jambi, 26 Juni 2025 — Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi mengadakan kegiatan pembekalan magang sebagai pengganti Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) bagi mahasiswa internasional asal Thailand. Kegiatan ini berlangsung di Gedung LPPM UIN STS Jambi dan diikuti oleh empat peserta: Nuriyah, Sarifah, Baliya, dan Makori.

Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai budaya kerja di Indonesia, termasuk etika profesional, komunikasi lintas budaya, serta peran dan fungsi International Office dan Bagian Kerjasama dalam konteks perguruan tinggi. Para peserta akan menjalani masa magang selama kurang lebih tiga minggu di dua unit strategis: PLKI dan Bagian Kerjasama UIN STS Jambi.

Koordinator PLKI, Dion Ginanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran mahasiswa asing dalam program ini. “Kami menyambut baik kegiatan magang ini sebagai langkah konkret memperkuat kapasitas kelembagaan, sekaligus memperluas jejaring internasional kampus. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan memperkaya dinamika kerja di PLKI,” ujarnya.


Melalui magang ini, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata dunia kerja, sekaligus mempererat hubungan bilateral dalam bidang pendidikan antara Indonesia dan Thailand.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN STS Jambi dalam mendukung internasionalisasi kampus dan membangun ekosistem akademik yang inklusif dan kolaboratif.




Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

Dari Quran hingga TOGA: Jejak Pengabdian Ridho di Ujung Desa

Foto Pribadi Kegiatan Mengajar Mengaji Langit Desa Tirta Kencana masih tampak biru bersih saat pertama kali aku menginjakkan kaki untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mandiri. Tak ada kawan seperjuangan, tak ada posko ramai seperti yang biasa kubaca dari kisah KKN mahasiswa lainnya. Kukerta kali ini adalah tentang aku, masyarakat, dan pengabdian dalam sunyi. Kukerta Mandiri memang tak seperti KKN regular. Segalanya terasa lebih berat. Tak ada teman yang bisa diajak bertukar lelah atau ide. Semua program harus kurancang, kulobi, dan kulaksanakan sendiri. Tapi mungkin inilah pembelajaran paling sejati: bahwa nanti, saat aku kembali ke masyarakat setelah lulus, aku pun akan berjuang sendiri. Tanpa posko. Tanpa tim. Selama hampir dua bulan, Juli hingga Agustus 2025, aku mencoba menyelami denyut kehidupan desa kelahiranku dengan sudut pandang baru: seorang mahasiswa yang ingin memberi makna. Program pertama yang kulaksanakan adalah membantu Kepala Desa dalam upaya pengentasan ...