Skip to main content

Pelatihan Pembuatan Website untuk Mahasiswa Internasional Asal Thailand oleh PLKI UIN STS Jambi

Rabu, 25 Juni 2025 — Pusat Layanan Karir dan Internasional (PLKI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar pelatihan pembuatan website bagi mahasiswa internasional asal Thailand. Kegiatan ini berlangsung di ruang PLKI dan diikuti oleh beberapa mahasiswa Thailand yang sedang menempuh studi di UIN STS Jambi.

Pelatihan ini dipandu langsung oleh Koordinator PLKI, Dion Ginanto, yang juga bertindak sebagai trainer. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk workshop kecil yang bersifat praktis dan interaktif.

“Pelatihan pembuatan website ini penting karena akan menjadi penunjang softskill mahasiswa dalam perkuliahan. Selain itu, kemampuan membuat website juga dibutuhkan saat mengikuti Kukerta Mandiri dalam bentuk magang,” ujar Dion Ginanto di tengah kegiatan pelatihan.

Kegiatan ini merupakan respons atas kebutuhan mahasiswa internasional yang masih mengalami kesulitan dalam membuat dan mengelola website pribadi maupun portofolio daring. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan dasar-dasar pembuatan website sederhana, mulai dari struktur HTML, penggunaan platform builder, hingga publikasi situs di internet.

Dion Ginanto juga menambahkan, “Saya berharap pelatihan ini juga dapat dilakukan dalam skala lebih besar. Ini adalah percobaan untuk nantinya dibuat untuk peserta lebih banyak.”

Pelatihan ini menjadi langkah awal PLKI dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa internasional, khususnya dalam bidang teknologi dan komunikasi digital yang sangat dibutuhkan di dunia akademik dan profesional saat ini.


Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

Percakapan Imajiner antara Ki Hajar Dewantara dan Prof. Abdul Mu’ti

Pada suatu pagi yang cerah, Prof. Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah-Mendikdasmen) yang tengah menyeruput kopi di pendopo imajinasi tiba-tiba didatangi sosok yang sudah tidak asing lagi. Ki Hajar Dewantara, benar, ia muncul dengan senyuman khas, berpeci hitam dengan jas putih tanpa dasi. Meskipun baru pertama kali berjumpa, mereka sungguh terlihat sangat akrab. Duduk bersila, di atas tikar sederhana, dengan sepiring ubi rebus dan segelas kopi hitam. Prof. Mu’ti menawarkan kopi pada Ki Hajar, dan langsung disetujui, kopi hitam tanda gula. Mereka lalu bercengkrama, bernostalgia tentang kejayaan pendidikan tanah air, termasuk berdiskusi tentang kebijakan pendidikan akhir-akhir ini. Ujian Nasional yang Kembali Hidup Ki Hajar:  Tuan, Menteri, kudengar engkau hendak menghidupkan kembali ujian nasional. Apakah benar anak-anak kita kembali diadili dengan tiga hari ujian? Prof. Mu’ti (berusaha tenang):  Betul Ki. Banyak pihak mendesak adanya tolak ukur nasional....