Skip to main content

LP2M UIN SUTHA Jambi Menggelar WARKOP Lecture Series #1

                                               Foto: Dr. Ayub Mursalin dan Dr. Noprival

Jambi- Bertempat di ruang perpustakaan LP2M UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Pusat Penelitian LP2M mengadakan acara WARKOP BROWN-BAG Lecture Series #1 dengan Tema Polyglots pada hari Jumat, 26 Maret 2021. Menjadi fasilitator bedah jurnal kali ini adalah adalah Dr. Noprival, MA. Dr. Noprival adalah dosen Pasca Sarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dan baru saja menyelesaikan program dokotral di UIN Jakarta. Dr. Novrival juga pernah menempuh short course di Michigan State University, Amerika Serikat. 

Kegiatan Bedah Jurnal yang dikemas dengan brown-bag ini dibuka oleh Dr. Ayub Mursalin, MA., ketua LP2m UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Dalam sambutannya, Dr. Mursalin mengharapkan kepada peserta agar dapat menimba ilmu, menggali potensi yang dimiliki fasilitator agar nantinya dapat tertular kesuksesan Dr. Noprival yang telah menerbitkan beberapa jurnal terindeks Scopus dan WOS. 

                                                              Peserta Bedah Jurnal

Pada sesi ini, Dr. Noprival, MA membahas tentang Polyglots atau seseorang yang mampu berbicara beberapa bahasa asing. Fenomena polyglots saat ini tengah ramai dibicarakan, salah satunya dengan kemunculan Fiki Naki youtuber yang menguasai beberapa bahasa Asing meski tidak mengikuti kursus apapun. Dalam Lecture Series kali ini, Dr. Noprival juga mengupas: pengalaman, motivasi, dan strategi bagaimana seseorang bisa menjadi Polyglots. Di akhir bedah jurnal, Dr. Noprival juga memberkan kiat dan tips agar dapat menembus Jurnal Q1 tanpa biaya.

                             Kapus Pak Ali Usmar memberikan kenang-kenangan pada fasilitator

Peserta yang terdiri dari unsur dosen dan mahasiswa pasca sarjana, terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan bedah jurnal yang juga dikemas dengan tips dan trik menerbitkan artikel ke jurnal terindeks Scopus dan WOS. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan di tengah dan di akhri sesi. 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

Antalogi Puisi: Siginjai Kata-Kata (43 Penyair Jambi)

 Cover Buku Antalogi Puisi Siginjai Kata-Kata Ini adalah kali pertama saya membukukan puisi-puisi saya. Selama ini syair-syair dan mantra-mantra itu hanya bertengger pada sosial media. Namun melalui Siginjai Kata-Kata, Puisi Saya menyelinap di antara penyair-penyair Jambi: "Jika Mereka Bertanya tentang Jambi" "Adolah" Ini adalah Saya Dua puisi di atas adalah yang tersaring di antara empat puisi yang saya kirimkan. Tentu merupakan kehormatan tersendiri bagi saya dapat disandingkan dengan maestro puisi Jambi seperti: Dimas Arika Miharja, Asro al Murthawy, Buana KS, Indarto Irwanto, Jen Kelana, Rini Febriani Hauri, Nawang Wulan, Yanto Bule, Yono DL, dan Yufnical Saketi . Di mata saya, mereka adalah Sastrawan-Sastrawan Kontemporer Melayu Jambi. Buku Antalogi puisi ini menjadi buku ke-tiga yang saya tulis. Insha Alloh dalam waktu dekat, akan terlahir buku-buku lainnya. Nantikan ya sahabat....