Skip to main content

Babak Baru Kerjasama UIN STS Jambi dan Michigan State University

                                                  Prof. Salah dari Michigan State University
 

Kerjasama UIN STS Jambi dengan Michigan State University mulai memasuki babak baru. Setelah kerjasama dalam bentuk webinar series, International Symphosium, Focus Group Discussion, dan COIL (Collaborative Online International Learning); saat ini chapter kerjasama baru mulai dibuka. 

MSU dan UIN Jambi tengah mempersiapkan Study Abroad Program, di mana mahasiswa dari MSU akan belajar di UIN STS Jambi selama tiga Minggu. Dalam rapat tersebut dibahas tentang kesiapan UIN STS Jambi dalam memberikan layanan seperti host family, academic programs, dan non-academic programs. Selain Study Abroad program rapat juga membahas kerjasama penelitian dalam bidang Food Crisis/ Fight for Food yang akan mendalami tentang pengalihfungsian sawah padi menjadi kebun sawit di banyak daerah di Indonesia terutama di Jambi.

Rapat ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. Su'aidi, MA., Ph.D, Wakil rektor 1 dan 3, Ka Biro, Dekan beserta Wakil Dekan di lingkungan UIN STS Jambi, serta dari International Office. Dalam rapat tersebut Prof. Dr. Su’adi, langsung memberikan arahan kepada International Office dan seluruh pimpinan fakultas agar melakukan persiapan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik pada program studi abroad. “Program ini sangat prestigious, program di mana mahasiswa Amerika akan belajar di kampus UIN Jambi. Sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Ini tentu akan menjadi Sejarah baru Kerjasama luar negeri UIN STS Jambi.” 

Prof. Salah berencana akan melakukan kunjungan kembali ke UIN STS Jambi pada bulan Desember, untuk melakukan persiapan dan survey lapangan terkait program studi abroad. Prof. Salah juga akan melakukan projek lain dalam rangka melakukan persiapan untuk program Food Fight dan Environment yang akan diselenggarakan oleh MSU Library. 

Sebagai penutup, Prof. Su’adi menyampaikan bahwa UIN STS Jambi siap membantu dalam bentuk yang tentu nanti akan disepakati lebih lanjut. Ia meminta international office agar dapat menindaklanjuti hal-hal yang diperlukan oleh MSU terkait kesiapan program Kerjasama.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

The Legend of Jambi (Narrative Text)

                                                    Gambar: http://www.ceritadongenganak.com   Once upon a time, there lived in Sumatra Island a very beautiful girl, Putri Pinang Masak. The girl was also a very kind-hearted person. This made everyone liked her so much. Many youth and princes from other countries desire her to be his wife. Nevertheless, she refused their proposals because she had not wanted to get married yet. One day, there was a very wealthy king, the king of the east kingdom, coming to her village. He proposed to marry her. Putri Pinang Masak was afraid to refuse the king’s proposal although she actually did not love the king, the ugly-faced man, at all. She knew that the king would be very angry and there would ...

The Legend of Jambi Kingdom (Narrative Text)

   Image: https://www.gambarrumah.pro/2012/10/400-gambar-kartun-rumah-adat-jambi.html Once upon a time, there were five villages, Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, and Batin Duo Belas. The villagers of those five villages lived peacefully. They helped each other. Soon, the number of villagers grew highly. The villagers thought that they needed a leader to guide them. They wanted to have a king. So, the leaders from the five villages had a meeting. They wanted to set the criteria who could be their king. "Our king should be physically strong," said the leader from Tujuh Koto. "I agree. The king should be able to protect us from the enemies, "said one leader. "Not only that. He should also be well respected by us. So, the king should be strong and have good manners," said the leader from Petajin. "Then, let’s set the criteria. I have a suggestion. The king should be strong from fire. He cannot feel the pain if we burn him," said leade...

Dari Quran hingga TOGA: Jejak Pengabdian Ridho di Ujung Desa

Foto Pribadi Kegiatan Mengajar Mengaji Langit Desa Tirta Kencana masih tampak biru bersih saat pertama kali aku menginjakkan kaki untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mandiri. Tak ada kawan seperjuangan, tak ada posko ramai seperti yang biasa kubaca dari kisah KKN mahasiswa lainnya. Kukerta kali ini adalah tentang aku, masyarakat, dan pengabdian dalam sunyi. Kukerta Mandiri memang tak seperti KKN regular. Segalanya terasa lebih berat. Tak ada teman yang bisa diajak bertukar lelah atau ide. Semua program harus kurancang, kulobi, dan kulaksanakan sendiri. Tapi mungkin inilah pembelajaran paling sejati: bahwa nanti, saat aku kembali ke masyarakat setelah lulus, aku pun akan berjuang sendiri. Tanpa posko. Tanpa tim. Selama hampir dua bulan, Juli hingga Agustus 2025, aku mencoba menyelami denyut kehidupan desa kelahiranku dengan sudut pandang baru: seorang mahasiswa yang ingin memberi makna. Program pertama yang kulaksanakan adalah membantu Kepala Desa dalam upaya pengentasan ...